Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin bertindak cepat menangani kondisi SDN Mawar 7 di Jl. Cempaka IX, Banjarmasin Tengah, yang halaman sekolahnya menyempit akibat tertimbun material sisa bongkaran bangunan.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar bersama Kepala Dinas Pendidikan Rian Utama meninjau langsung lokasi sekolah pada Senin (27/07/2026).
Di lokasi, tumpukan puing-puing sisa bongkaran diperkirakan mencapai 3 hingga 4 truk. Kehadiran puing tersebut berdampak langsung pada ruang gerak siswa, khususnya untuk kegiatan apel pagi rutin.
Sekda Ichrom Muftezar menjelaskan bahwa penundaan pembersihan material sebelumnya terjadi karena aturan administrasi lelang aset.
"Kenapa sampai sekarang belum dipindahkan? Karena memang sesuai ketentuan yang berlaku, apabila sudah didaftarkan untuk proses lelang, maka tidak diperkenankan untuk melakukan pemindahan," ujar Ichrom di sela peninjauan.
Namun, lantaran proses lelang awal dinyatakan gagal akibat nihil penawaran, Pemko Banjarmasin mengambil langkah penanganan demi pemulihan fungsi area sekolah. Setelah berkoordinasi dengan Kabid Aset, material diizinkan untuk segera dievakuasi.
"Sekarang lelangnya gagal, tidak ada yang melakukan penawaran. Jadi kita sudah koordinasikan dengan Kabid Aset bahwa ini boleh dipindahkan kalau ada tempat untuk meletakkannya. Kemungkinan akan kita tempatkan di Jl. Lingkar, Selatan di samping kantor Dishub, Lingkar Kir," jelasnya.
Nantinya, setelah dipindahkan ke lokasi penampungan sementara di jalan Gubernur Soebarjo tersebut, material bongkaran akan diajukan kembali dalam proses lelang berikutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menargetkan proses pembersihan dan pengangkutan puing dari lingkungan sekolah rampung dalam sepekan. Langkah ini diambil agar aktivitas persekolahan dan area kegiatan siswa di SDN Mawar 7 kembali normal dan optimal.
Penulis : AS