Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) resmi memulai pembangunan Aula Gawi Berataan di lingkungan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjarmasin pada Kamis (09/07/2026).
Infrastruktur baru ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam menekan angka pengangguran terbuka di Banjarmasin yang saat ini masih menyentuh angka 6,48 persen atau sekitar 21.851 orang.
Keberadaan aula ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas BLK sebagai pusat peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sekaligus menjawab tantangan Banjarmasin sebagai kota jasa dan perdagangan yang kerap menjadi magnet pencari kerja dari berbagai daerah.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa fasilitas ini memiliki peran vital dalam melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja yang kompetitif.
"Mudah-mudahan pembangunan ini mampu melahirkan generasi yang handal, unggul, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," ujar Yamin.
Lebih lanjut, Yamin menekankan pentingnya sinergi antara kurikulum pelatihan di BLK dengan kebutuhan riil sektor swasta. Ia mendorong dunia usaha untuk aktif berkolaborasi agar program yang dihadirkan tepat sasaran.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengusaha dan perusahaan agar dapat berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja. Melalui Balai Latihan Kerja ini, kami akan mempersiapkan sumber daya manusia sesuai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Pelatihan yang diberikan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha," jelasnya.
Selain aspek teknis (hard skills), pembangunan ini juga diarahkan untuk menunjang pembentukan karakter pekerja.
"Kami berharap Balai Latihan Kerja ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter tenaga kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik," tambah Wali Kota.
Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, mengungkapkan bahwa pembangunan aula ini merupakan momentum besar mengingat rencana tersebut sebenarnya sudah dirancang sejak satu dekade lalu.
"Perencanaan pembangunan aula ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016. Alhamdulillah pada masa kepemimpinan Bapak Wali Kota H. Muhammad Yamin dan Ibu Hj. Ananda akhirnya dapat direalisasikan. Ini menjadi jawaban atas kebutuhan pengembangan Balai Latihan Kerja di Kota Banjarmasin," ungkap Machli.
Dengan adanya fasilitas baru ini, BLK Banjarmasin dipastikan akan memperluas jangkauan program pelatihannya.
"Kondisi (pengangguran) ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Dengan adanya aula ini, kami dapat mengembangkan pelatihan-pelatihan yang selama ini sudah berjalan, seperti pelatihan menjahit, servis sepeda motor, administrasi perkantoran, serta mengembangkan jenis pelatihan baru sesuai kebutuhan dunia industri," terangnya.
Machli juga menambahkan bahwa ke depan, BLK akan bergerak dinamis mengikuti permintaan pasar.
"Pak Wali Kota menginginkan agar BLK menjalin kerja sama dengan lebih banyak perusahaan. Apa pun kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, kami akan menyiapkan sumber daya manusianya melalui pelatihan yang relevan. Dengan begitu, lulusan BLK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.
Menariknya, gedung baru ini dirancang multifungsi. Selain memenuhi standar ruang teori berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2017, Aula Gawi Berataan juga berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Selama ini BLK belum memiliki ruang teori. Nantinya aula ini berkapasitas sekitar 200 hingga 250 orang dan dapat digunakan sebagai ruang pembelajaran, seminar, pelatihan, maupun kegiatan instansi lain. Hal ini juga akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)," urai Machli.
Pemerintah Kota Banjarmasin menerapkan pengawasan ketat agar proyek infrastruktur ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Wali Kota Yamin berharap proyek ini rampung sebelum target akhir tahun.
"Target penyelesaiannya pada 1 Desember tahun ini. Mudah-mudahan sebelum tanggal tersebut pembangunan sudah selesai. Tentunya harus disertai pengawasan yang ketat agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan kualitas yang diharapkan," pungkas Yamin.
Sementara untuk pemanfaatan penuh, Diskopumker telah menyusun lini masa pemenuhan fasilitas interior pasca-konstruksi fisik.
"Pembangunan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah itu kami akan melengkapi fasilitas di dalamnya, sehingga kami menargetkan pada Januari hingga Maret 2027 Aula Gawi Berataan sudah dapat beroperasi dan dimanfaatkan secara optimal," tutup Machli.
Penulis : AS