Trending

Sentuhan Eropa Klasik Mulai Hiasi Sungai Veteran, Pemkot Banjarmasin Kebut Persiapan NUFReP Tahap II

Banjarmasin – Wajah baru kawasan Sungai Veteran kini mulai memikat mata. Sebagai salah satu mega proyek penanggulangan banjir dan penataan kota paling fenomenal di Banjarmasin, proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) terus menunjukkan progres signifikan.

Pantauan di lapangan memperlihatkan estetika koridor sungai yang semakin menawan. 

Lebih dari 10 tiang lampu bergaya Eropa klasik dengan sentuhan kontemporer kini berdiri kokoh berjejer rapi di sisi barat sungai, tepatnya di sekitar Klenteng Soetji Nurani. Kehadiran fasilitas ini menjadi sinyal kuat bahwa pengerjaan fisik terus berjalan konsisten.

Kabar baik lainnya, akses jalan dari arah Jl. Veteran menuju Jl. Simpang Ulin (dan sebaliknya) kini sudah resmi dibuka kembali untuk pengendara roda dua, setelah sempat dialihkan selama masa konstruksi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, menerangkan bahwa proyek masif NUFReP Sungai Veteran ini secara keseluruhan terbagi ke dalam tiga tahapan wilayah.

"Untuk tahap pertama, zonanya berada di antara Klenteng Soetji Nurani hingga ke Jl. Simpang Ulin. Saat ini kita sedang menyelesaikan beberapa detail akhir di sana agar fungsi kawasan tersebut bisa lebih maksimal," ujar Chandra saat dihubungi Jumat (26/06/2026).

Setelah Tahap I memasuki fase akhir, fokus Pemerintah Kota Banjarmasin bersama instansi terkait kini langsung bergeser ke Tahap II, yang areanya membentang dari Jl. Gatot Subroto hingga ke Sungai Gardu. Sementara untuk Tahap III dijadwalkan akan menghubungkan kembali jalur dari Jl. Gatot Subroto menuju Jl. Simpang Ulin.

Demi kelancaran proyek, proses inventarisasi dan sosialisasi lahan untuk Tahap II terus dipacu. Pemkot Banjarmasin merangkul berbagai instansi strategis guna memastikan tidak ada kendala hukum atau administrasi di kemudian hari.

"Kami sangat terbantu karena penanganan ini dilakukan secara kolaboratif melalui tim gabungan yang terdiri dari Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga tim Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) Kejaksaan Negeri Banjarmasin. Kolaborasi ini demi melakukan percepatan pembebasan lahan yang masuk dalam peta penataan," jelas Chandra.

Sejauh ini, pembebasan lahan di Tahap II menunjukkan tren positif. Koordinasi intensif bahkan membuahkan dukungan berupa hibah lahan dari Korem 101/Antasari untuk area yang terdampak jalur proyek.

"Sosialisasi dan inventarisasi sebagian besar sudah selesai. Langkah berikutnya adalah penyampaian harga dari tim appraisal (penilai). Target kami, proses pembayaran untuk pembebasan lahan Tahap II ini bisa rampung dalam kurun waktu 2 hingga 3 bulan ke depan," tambah Chandra optimistis.

Jika pembebasan lahan rampung tahun ini, Kementerian terkait melalui BWS diharapkan bisa langsung melakukan kontrak pengerjaan fisik agar penyerapan anggaran pusat berjalan optimal.

Menatap Tahap III yang akan menyentuh kawasan padat aktivitas seperti Pasar Kuripan, Dinas PUPR memastikan penataan akan dilakukan secara humanis demi mencegah konflik sosial di masyarakat.

"Untuk area Pasar Kuripan itu masuk di Tahap III dan memang hanya sebagian yang terdampak, tidak seluruhnya. Namun, pemerintah tentu sudah mengantisipasi. Kita akan koordinasikan secara intensif dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) atau pihak pengelola pasar terkait rencana sosialisasi awal serta skema relokasi pedagang. Mau dipindah ke mana dan bagaimana teknisnya, itu semua akan dimatangkan, tapi nanti mengalir sesuai tahapannya," terangnya.

Sementara itu, untuk menyempurnakan fungsi fisik Tahap I yang dikerjakan oleh BWS, dalam beberapa pekan ini Dinas PUPR akan berkoordinasi ketat mengenai rencana pembongkaran sejumlah jembatan ruko atau bangunan di sepanjang koridor Klenteng hingga Jl. Simpang Ulin. 

Struktur jembatan lama tersebut dinilai menyumbat aliran air dan menghambat jalannya material di sungai.

"Kami akan berkoordinasi dengan BWS dan Pemkot untuk melakukan penataan jembatan-jembatan tersebut agar fungsi drainase dan penataan kawasan yang sudah dikerjakan di Tahap I ini bisa berfungsi secara maksimal," pungkasnya.


(Tim Liputan)
Lebih baru Lebih lama