Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama jajaran TNI kembali menggerakkan pembangunan berbasis kolaborasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Kegiatan ini resmi dibuka Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin Rabu (22/4/2026) pagi di Halaman Balai Kota.
Dalam sambutannya, Yamin menekankan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar kebutuhan konkret masyarakat. Ia menginginkan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi dampak langsung dan berkelanjutan.
“Pembangunan jangan hanya selesai di atas kertas. Harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Yamin.
Program yang digagas Kodim 1007/Banjarmasin ini akan berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Kegiatan mencakup pembangunan fisik serta program nonfisik yang menyasar penguatan sosial masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan.
Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Kolonel Czi Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai melalui tahap pra-TMMD sejak 9 April lalu. Memasuki pelaksanaan inti, pihaknya menurunkan sekitar 60 personel untuk mendukung berbagai pekerjaan di lapangan.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. TNI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat,” tuturnya.
Kolonel Czi Slamet Riyadi, juga menegaskan bahwa keterlibatan warga menjadi elemen penting agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di tengah pelaksanaan, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian, mulai dari koordinasi lintas sektor hingga konsistensi pelaksanaan di lapangan.
Namun, jika sinergi terjaga, TMMD dinilai mampu menjadi model percepatan pembangunan yang tidak hanya berbasis proyek, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
Menariknya, pendekatan sosial juga mewarnai kegiatan pembukaan. Pemerintah menghadirkan pasar murah bagi warga sekitar, bahkan memberikan prioritas antrean bagi ibu hamil sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
Tentunya dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat, TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara negara dan masyarakat di tingkat akar rumput.
(Hamdiah)