Banjarmasin - Menghadapi musim kemarau ekstrem tahun ini yang diprediksi berlangsung panjang. Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih sudah melakukan persiapan dari segala hal untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih nantinya.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi dari hulu hingga hilir, terutama pada sumber air baku yang rawan terdampak intrusi air laut.
Zulbadi menjelaskan, salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah intake Sungai Bilu yang berisiko mengalami peningkatan kadar salinitas saat kemarau panjang.
“Sejumlah skema mitigasi sudah kami siapkan untuk menjaga kualitas air tetap aman,” ucap Zulbadi, Kamis (16/4/2026).
Zulbadi menyebut, strategi pertama yang dilakukan adalah pencampuran air baku dari Sungai Bilu dengan Sungai Martapura. Metode ini bertujuan menekan kadar garam agar tetap berada dalam batas aman untuk diolah.
Selain itu, PAM Bandarmasih juga mengandalkan suplai tambahan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 yang mengambil sumber dari Irigasi Riam Kanan.
“Apabila kadar garam melampaui standar yang ditetapkan, maka akan dilakukan proses pencampuran agar air tetap layak diproduksi dan disalurkan ke pelanggan,” jelasnya.
Tak hanya itu, perusahaan daerah tersebut juga menyiapkan langkah darurat jika kondisi memburuk. Mengacu pada pengalaman kemarau ekstrem 2015, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki menjadi opsi terakhir apabila proses pengolahan tidak dapat berjalan maksimal.
“Kami tetap mengupayakan layanan berjalan normal, namun jika situasi ekstrem terjadi, distribusi melalui tangki akan kami lakukan,” tegas Zulbadi.
Di sisi lain, Zulbadi juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam mengantisipasi potensi krisis air. Warga diimbau menggunakan air secara bijak serta menyiapkan penampungan cadangan di rumah.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air saat distribusi mengalami gangguan akibat kondisi cuaca.
“Kami juga siap menyalurkan bantuan air bersih dengan mobil tangki, berkoordinasi dengan RT setempat bila diperlukan,” ujarnya.
Meski ancaman El Nino masih menghantui, ia berharap kondisi cuaca tidak seburuk yang diperkirakan. Namun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan agar krisis air bersih seperti saat kemarau panjang sebelumnya tidak kembali terjadi di Kota Banjarmasin.
(Hamdiah)