Banjarmasin - Teror api tengah menghantui Kota Banjarmasin. Sebab baru-baru viral di media sosial sebuah video dari warga yang menunjukkan botol berisikan api yang diduga bom molotov berada di atas genteng rumah warga.
Tentunya hal itu membuat geger warga sekitar karena diduga bom molotov itu terlihat ada di dua rumah dengan lokasi yang berbeda di hari yang sama pada Minggu (22/2/2026) malam.
Peristiwa pertama terjadi di Komplek Herlina, Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Warga mendapati api kecil menyala di bagian atap rumah setelah waktu berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WITA.
Tak lama berselang, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah yang sempat terekam CCTV warga sekitar.
Dari video yang beredar, terdengar teriakan panik warga. Di antara suara panik itu, terdengar suara seorang warga pria yang menyebutkan bahwa ada yang melempar dengan sengaja.
Mengenai hal ini, Kasat Reskrim Polres Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. Meski belum ada laporan resmi dari warga yang bersangkutan.
Dari hasil penyelidikan sementara di lapangan, pelemparan botol kaca berisikan minyak yang terjadi di Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu ada indikasi masalah sakit hati.
“Hasil penyelidikan sementara itu masalah pribadi. Dulunya ada hubungan suami istri dan sudah pisah, pemicunya karena mantan suami kesulitan bertemu anaknya hingga terjadi hal itu," jelas Kompol Eru Alsepa saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026) malam.
Ia juga mengungkapkan atas kejadian itu, pihak keluarga mantan suami sudah mencoba bertemu dengan keluarga mantan istri untuk musyawarah masalah tersebut. Namun dari pihak mantan istri menyerahkannya sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian.
Hingga saat ini, kepolisian juga belum bisa memastikan apakah botol tersebut benar merupakan bom molotov dan kedua kejadian itu saling berkaitan.
"Masih kami selidiki, kalau sudah diamankan bersangkutan baru diketahui apakah berkaitan atau tidak," pungkasnya.
(Hamdiah)