Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menandatangani Nota Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan serta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Kamis (12/2/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota itu menjadi langkah strategis memperkuat sinergi pengawasan, pelayanan publik, dan dukungan terhadap penanganan persoalan kota.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni administratif. "Kerja sama ini harus melahirkan program nyata. Harus ada dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kalimantan Selatan, Yan Welly Wiguna, atas komitmen dan dukungan yang diberikan dalam membangun sinergi lintas sektor.
Menurut Yamin, salah satu isu besar yang tengah dihadapi Banjarmasin adalah persoalan sampah dan pengelolaan sungai. Ia menilai, instansi vertikal seperti Imigrasi memiliki peran penting dalam memperkuat sosialisasi serta pengawasan, terutama kepada warga pendatang dan pelaku usaha agar turut menjaga ketertiban dan kebersihan kota. “Kita ingin kolaborasi ini ikut mendorong edukasi pengurangan sampah plastik, pemilahan dari sumbernya, hingga kepedulian terhadap sungai,” pintanya.
Dengan upaya koordinasi dan jejaring dukungan kelembagaan yang lebih luas, diharapkan ada dampak yang terukur dan berkelanjutan dari kerja sama ini, terutama pengawasan terhadap warga asing untuk tertib administrasi dan ajakan peduli lingkungan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Banjarmasin akan mendorong sosialisasi terpadu, penguatan pengawasan administrasi, serta kampanye pengurangan sampah plastik yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
"Kita ingin keamanan tetap terjaga, kebersihan meningkat, dan tata kelola kota semakin tertib. Tantangan hari ini harus menjadi awal perubahan,” tegas Yamin.
Ia berharap, kesepakatan bersama dengan jajaran Imigrasi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Yan Welly Wiguna itu menjadi fondasi kolaborasi yang produktif. “Kalau kita solid dan konsisten, Banjarmasin bukan hanya tertib secara administrasi, tetapi juga menjadi kota yang bersih, aman, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya.
(Tim Peliputan)