Trending

Imbas Pemangkasan Anggaran, Bonus Atlet Porprov Banjarmasin Menyusut

Pelepasan atlet Banjarmasin yang mengikuti Porprov 2025

Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan penyesuaian terhadap besaran bonus atlet yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Kebijakan ini diambil menyusul adanya pemangkasan anggaran cukup signifikan di lingkungan pemerintah kota.

Bonus yang semula direncanakan berada pada rentang Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per atlet, kini ditetapkan sebesar Rp 20 juta untuk peraih medali emas. Sementara itu, atlet peraih medali perak dan perunggu juga menerima bonus dengan nominal yang disesuaikan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan kebijakan tersebut tidak terlepas dari pemotongan anggaran Disbudporapar yang mencapai sekitar Rp 380 miliar pada tahun anggaran 2026.

"Intinya kemampuan keuangan daerah untuk pemberian bonus atlet saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap," Ibnu Sabil, Rabu (27/1/2026).

Ibnu menjelaskan, pengurangan anggaran berdampak pada sejumlah program, termasuk skema penghargaan bagi atlet berprestasi. Kendati demikian, pemerintah kota tetap berupaya memberikan apresiasi kepada atlet yang telah mengharumkan nama Banjarmasin di ajang Proprov.

"Ini menyesuaikan kemampuan keuangan pemkot saat ini," imbuh Ibnu.

Selain nilai bonus, mekanisme pencairan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dana bonus disalurkan melalui pengurus cabang olahraga, mulai tahun 2026 pembayaran akan dilakukan langsung ke rekening masing-masing atlet.

“Bonus akan ditransfer langsung ke rekening atlet dan dialokasikan melalui APBD murni 2026,” jelasnya.

Ia berharap para atlet dapat memahami kondisi keuangan daerah saat ini dan tetap menjaga semangat serta motivasi untuk berprestasi. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menyelaraskan kebijakan olahraga dengan kondisi keuangan yang tersedia.

Sebelumnya, salah seorang atlet Porprov Kalsel asal Banjarmasin, Krisna mengaku kecewa sebab bonus apresiasi yang diberikan Pemko Banjarmasin angkanya turun dari tahun sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan daerah lain yang justru menaikkan bonus yang diberikan kepada para atlet.

"Kami bangga membawa nama Banjarmasin, tapi rasanya perjuangan itu tidak dihargai sepenuhnya," kata Krisna.

Menurutnya persoalan ini bukan tentang nominal uang. Melainkan bentuk penghargaan apresiasi yang sepatutnya diberikan kepada para atlet, beserta pelatih dan official dibalik perolehan mendali yang didapat.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama