Banjarmasin - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin terpaksa putus proyek pembangunan ruang kelas baru di SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin. Bahkan sampai blacklist kontraktornya.
Bukan tanpa alasan, pekerjaan kontraktor tersebut diputus karena sejak Agustus 2025 lalu proyek pembangunan dimulai hingga akhir tahun lalu. Progres pengerjaan baru 20 persen.
"Mulai pekerjaan sampai evaluasi pertama itu progresnya baru 20 persen. Kemudian ada masalah internal mereka hingga mereka tidak sanggup mengejar pekerjaannya," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama, Jumat (6/2/206).
Padahal lanjut Ryan, jika sesuai target pembangunan. Harusnya sudah selesai dan sudah bisa difungsikan pada Desember 2025 lalu.
Selain itu, penyedia saja ini juga diblacklist perusahaannya berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah melakukan audit infrastruktur proyek tersebut.
Seiring dengan adanya kendala tersebut, terpaksa Disdik Kota Banjarmasin melakukan pengadaan ulang terhadap pembangunan ruang kelas SDN Pengamanan 5 Banjarmasin tersebut.
"Ya akan kita ajukan lagi anggaran pembangunannya di tahun ini," ungkap Ryan
Meski pembangunan ini makrak. Namun ia memastikan bahwa tidak ada kerugian yang ditanggung pemerintah sebab ini merupakan kesalahan dari penyedia saja.
"Tidak ada kerugian dan kita ada jaminan. Dana pembangunan ini juga sudah dikembalikan," akhirnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia tak memungkiri sangat menyayangkan proyek pembangunan ruang kelas di sekolahnya terhenti begitu saja.
Mengingat ruang kelas baru ini sudah dinanti-nanti sejak lama. Sebab kendala sekolah selama ini adalah kekurangan ruang kelas untuk menampung para siswanya yang jumlahnya hampir 400 orang.
"Jadi selama ini kami hanya memanfaatkan ruang yang ada seperti perpustakaan dan ruang kepala sekolah sebagai ruang kelas siswa sementara," ungkap Wahyu.
Selain itu, demi keselamatan para siswa bahan material proyek yang ditinggalkan begitu saja telah pihaknya tutupi dengan atap seng.
"Jadi kami tutupi supaya tidak membahayakan anak-anak saat berada di lingkungan sekolah. Kondisi juga menyebabkan, sekolah tergenang karena drainase ikut tertutupi," tuturnya.
Adapun rencana proyek pembangunan akan dilanjutkan kembali tentunya menjadi kabar baik yang terus ditunggu pihaknya.
"Alhamdulillah sekali kalau tidak jadi mangkrak karena memang kita sangat membutuhkan ruang kelas," pungkasnya.
(Hamdiah)