Banjarmasin - Harga dan stok bahan pokok terpantau relatif aman saat Inpeksi Dadakan (Sidak) yang dilakukan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin pada Jumat (13/2/2026).
Tak dipungkiri Ananda ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan. Namun hal itu sangat wajar, mengingat tingginya permintaan karena mendekati acara Haul Guru Zuhdi, Perayaan Tahun Baru Imlek dan Bulan Suci Ramadhan. Belum lagi untuk pemenuhan program Makanan Bergizi (MBG).
"Alhamdulillah aman terkendali stok dan harga. Memang ada beberapa naik tapi tingkat kenaikan itu masih terkendali," kata Ananda usai sidak di Pasar Sentra Antasari dan Pasar Beras Muara Kelayan.
Ananda juga mengimbau dan mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying karena ketersediaan bahan pokok aman.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar menjamin ketersediaan dan harga bahan pokok aman hingga masyarakat jangan sampai panic buying.
Tezar menjelaskan bahwa beberapa bahan pokok mengalami kenaikan faktornya tidak hanya karena tingginya permintaan. Namun ada faktor lain.
Contohnya beras Banjar yang memang stok yang tersedia kian menipis karena masa panen yang sudah lama. Namun masih tahap aman.
"Kenaikan beras Banjar ini terjadi dari 10-15 persen. Jadi bervariasi dan itu masih dalam tahap terkendali. Insya Allah stoknya aman," ujar Tezar.
Tezar menyebutkan bahwa pihaknya sudah mewanti-wanti pedagang untuk tidak bermain harga di tengah tingginya permintaan seperti saat ini.
"Kalau harganya tidak naik di pemasok, ya jangan dinaikan. Kalaupun naik, jangan terlalu tinggi. Harapannya seperti itu," tuturnya.
Adapun siasat Pemerintah Kota (Pemko) lain dalam menjaga stabilitasi harga dan stok bahan pokok ini melalui pergelaran Pasar Murah yang selama ini rutin dilaksanakan.
"Sebagaimana arahan pimpinan, salah satu upayanya dengan terus menggalakkan pasar murah," sebutnya.
Pada saat bulan suci Ramadhan nanti, turut dilaksanakan Pasar Murah Banjarmasin Coorporate Social Responsibility (BCSR) dengan mengaet para perusahaan yang ada di Kota Seribu Sungai.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 16 ribu paket sembako berisikan dua liter minyak goreng dan dua kilogram gula pasir yang terdata.
"Angka 16 ribu paket itu, sudah melampaui tahun jumlah tahun 2025. Mudah-mudahan ini dapat membantu dalam rangka mengendalikan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat," akhirnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Faisal Akly menyakinkan bahwa suplai maupun distribusi kebutuhan pokok aman terkendali bahkan Hinggan bulan suci Ramadhan nanti.
"Meski tinggi permintaan, tapi suplai maupun distribusinya aman terkendali untuk memenuhi tersebut," pungkasnya.
(Hamdiah)