Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran Museum Kayuh Baimbay sebagai pusat edukasi sejarah.
Memasuki tahun 2026, fokus utama diarahkan pada peningkatan kunjungan dari kalangan pelajar melalui program sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran bidang kebudayaan untuk menerapkan pola “jemput bola”. Melalui pendekatan tersebut, sekolah-sekolah akan diberikan pemahaman mengenai mekanisme kunjungan sekaligus manfaat edukatif yang bisa diperoleh siswa saat datang ke museum.
Menurutnya, pola kunjungan yang lebih terencana diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang terstruktur dan bermakna. Selain memperkenalkan sejarah lokal, museum juga diharapkan menjadi ruang interaktif yang memperkaya wawasan generasi muda.
Tak hanya menyasar peningkatan jumlah pengunjung, Disbudporapar juga membenahi aspek pelayanan. Penempatan petugas yang kompeten, termasuk yang memiliki kemampuan bahasa asing, menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Data sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Sekitar 6.000 orang tercatat mengunjungi museum yang dikelola Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut. Capaian ini dinilai sebagai indikasi tumbuhnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis edukasi.
Meski demikian, ia menegaskan pengelolaan museum tidak berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia memastikan seluruh operasional difokuskan pada fungsi sosial dan edukasi bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, Disbudporapar juga berupaya memperluas jejaring kerja sama dengan daerah lain guna memperkuat promosi dengan strategi pengemasan program yang lebih agresif dan kolaboratif. Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan posisi Museum Kayuh Baimbai sebagai destinasi unggulan wisata sejarah di Kota Seribu Sungai.
(Hamdiah)