SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin kembali berlakukan PTM setelah banjir berangsur surut.
Banjarmasin - Banjir berangsur, SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin memutuskan kembali berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.
Kepala SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin, Sri Mardhiyati Masni mengungkapkan bahwa sudah hampir 2 pekan PTM dilaksanakan. Dimana sebelumnya sempat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
"Setelah sepekan PJJ, kami memutuskan tatap muka kembali setelah banjir berangsur surut bahkan kemarin halaman sempat kering dari genangan," ucap Sri kepada babuncu4news.com, Senin (19/1/2026).
Sri mengatakan bahwa sebelum PTM di sekolah, halaman dibersihkan terlebih dahulu untuk memastikan keamanan peserta didik karena saat terendam kondisinya sudah berlumut dan licin.
Selain itu, pihaknya juga memberikan penanda di beberapa titik sekolah terutama yang lebih rendah agar tidak dilintasi dan dihindari siswa.
"Mengingat genangan masih ada karena kondisi pasang surut. Jadi kewaspadaan itu perlu. Makanya kami beri penanda," kata Sri.
Kondisi pasang surut air yang tak menentu membuat pihaknya mengambil kebijakan dan menyesuaikan keadaan.
"Baru hari ini lagi genangan sedikit tinggi, jadi siswa pakai sendal. Padahal kemarin mereka sempat pakai sepatu karena benar-benar surut," bebernya.
Paling tidak lanjut Sri, akses jalan menuju sekolah kondisinya sudah aman hingga siswa bisa belajar dengan nyaman di sekolah.
Tak dipungkirinya, penerapan PJJ dirasa kurang efektif, jika dibandingkan PTM. Terlebih, pada sementer genap tahun ajaran 2025/2026 ini proses belajar mengajar banyak potong karena banyaknya libur panjang.
"Kemarin libur akhir tahun, sebentar lagi libur lebaran. Jadi mau tidak mau kita laksanakan PTM ini dengan menyesuaikan kondisi banjir," ujarnya.
Apalagi selama ini lanjutnya, siswanya sudah terbiasa dengan kondisi banjir. Mengingat SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin ini sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya karena letaknya lebih rendah.
Sehingga jika hanya tergenang, maka diputuskan PTM saja bagi peserta didik. "Siswa di sini sudah beradaptasi dengan kondisi banjir hingga sudah bisa menyesuaikan. Kecuali potensi banjir lebih dalam hingga masuk ke ruang kelas, baru kita putuskan PJJ kembali," pungkasnya.
(Hamdiah)