Trending

Banjarmasin Siaga Banjir, Normalisasi Sungai Dipercepat Hadapi Puncak Pasang

Kondisi banjir di Jalan Banjar Indah beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Kota Banjarmasin kembali berada dalam bayang-bayang banjir. Puncak air pasang yang diperkirakan terjadi pekan ini membuat pemerintah kota meningkatkan kewaspadaan, seiring curah hujan yang masih berpotensi tinggi. 

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, normalisasi sungai dikebut sebagai langkah krusial menahan luapan air. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin terus mengerahkan alat berat di sejumlah titik rawan genangan.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Syafiq Huwaida, menyampaikan bahwa saat ini tiga unit alat berat dioperasikan secara bergilir guna mempercepat pengerukan sungai.

"Saat ini ada tiga alat berat yang kami operasikan. Dua alat menggunakan ban karet sebelumnya bekerja di Sungai HKSN depan Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dan Sungai Miai di Jalan Pondok Kelapa,” ungkap Syafiq, Selasa (20/1/2026).

Pengerjaan dilakukan untuk memperlancar aliran air yang kerap tersendat akibat sedimentasi sungai di kawasan tersebut.

Seiring progres di wilayah utara, pengerukan kini bergeser ke kawasan Belitung. Perpindahan alat berat dilakukan dengan pola berputar, menyesuaikan akses masuk serta kondisi lapangan agar pekerjaan tetap efektif.

"Kami bergerak ke titik-titik prioritas. Polanya berputar, menyesuaikan akses dan kebutuhan di lapangan,” ucap Syafiq.

Menurutnya, normalisasi sungai bukan lagi sekadar agenda rutin tahunan, melainkan langkah mendesak untuk meminimalkan dampak banjir yang sering mengepung kawasan permukiman saat pasang tinggi bersamaan dengan hujan deras.

Salah satu fokus utama pengerukan adalah Sungai Gatot, yang berperan penting sebagai jalur aliran air di kawasan padat penduduk. Dengan kapasitas sungai yang kembali optimal, diharapkan air genangan dapat lebih cepat mengalir dan tidak bertahan lama di lingkungan warga.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemko Banjarmasin dalam mengendalikan banjir, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama