Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda sempat meninjau langsung mobil keliling yang hendak diserahkan ke samsat di Halaman Kantor BPKPAD Banjarmasin, Selasa (30/12/2025).
Banjarmasin - Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin serahkan dua unit mobil dan kendaraan keliling untuk optimalkan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan bahwa mobil dan kendaraan yang diserahkan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam cost sharing Opsen PKB.
"Cost sharing untuk Banjarmasin sendiri dikenakan 5 persen dari Opsen PKB yang diperoleh. Makanya melalui penyerahan ini harapannya bisa lebih kita optimalkan lagi," ungkap Ikhsan, Selasa (30/12/2025).
Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan Opsen PKB di Kota Seribu Sungai sendiri di tahun 2025 ini sudah tercapai Rp. 142 miliar.
Tentunya melalui stimulus-stimulus yang telah dilakukan ini, harapnnya partisipasi masyarakat terhadap pungutan PKB maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ini bisa lebih meningkat.
Terlebih, potensi PKB maupun BBKNB di Kota Banjarmasin cukup besar hingga perlu di dorong dengan berbagai stimulus yang dilakukan.
"Jadi harus kita lakukan stimulus-stimulus. Baik kegiatan dan sarana pendukung agar bisa mengoptimalisasi perolehan pungutan PKB dan BBNKB," akhirnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendapatan Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel), Indra Suriya Saputra menuturkan Kota Banjarmasin merupakan wilayah dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak di Kalsel.
Namun menurut Indra potensi tersebut belum sepenuhnya teroptimalkan dengan baik karena masih jauh jika dihitung-hitung pungutan yang bisa diambil.
"Berdasarkan data kendaraan bermotor yang kami miliki, masih ada sekitar 40 persen potensi yang belum tergali di Banjarmasin. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan dan pendataan masih perlu diperkuat,” ungkap Indra.
Indra menjelaskan bahwa meskipun tingkat pemenuhan pajak kendaraan pada tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun realisasi penerimaan masih belum sebanding dengan potensi real yang ada.
“Dengan sinergi bersama skema cost sharing ini, pada 2026 kami optimis dapat mengoptimalkan sosialisasi, pemungutan, dan pendataan. Target peningkatan penerimaan dari sektor pajak kendaraan dan opsen sangat terbuka,” pungkasnya.
Rencananya dua unit mobil dan dua unit kendaraan keliling yang baru diserahkan ini diperuntukan untuk Samsat I dan Samsat II.
(Hamdiah)