Trending

Curah Hujan Tinggi sampai Awal Tahun, BPBD Banjarmasin Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Banjir dan Angin Puting Beliung

Intensitas curah hujan cukup tinggi saat ini hingga sebabkan sejumlah titik tergenang banjir.

Banjarmasin - Intensitas curah hujan cukup tinggi diprediksi akan terjadi sampai awal tahun 2026 mendatang. Seiring dengan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin ingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang akan terjadi.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan bahwa ada potensi bencana yang perlu diwaspadai di musim penghujan saat ini yakni banjir rob dan angin puting beliung.

"Ada dua karakteristik bencana hidrometeorologi yang mengacam. Mulai rob tinggi dan curah hujan tinggi. Kemudian ancaman bahaya angin puting beliung," ungkap Husni kepada babuncu4news.com, Kamis (4/12/2025).

Menurut Husni, potensi ancamannya meningkat karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak pasang air laut dapat mencapai tiga meter. 

“Artinya, ada dua sumber potensi yang terjadi bersamaan: hujan intensitas tinggi dan air pasang yang juga tinggi,” kata Husni.

Bahkan Husni mengingatkan agar Kota Banjarmasin tak mengulang bencana besar seperti banjir 14 Januari 2021 lalu.

“Saat itu tiga sumber bertemu hujan deras, pasang laut, dan kiriman air dari hulu. Banjarmasin berada di hilir, khususnya DAS Martapura. Kita harus waspada agar itu tidak terulang,” ucapnya.

Kendati demikian, menurutnya potensi terjadinya banjir seperti di tahun 2021 itu sangat kecil karena sekarang sudah didukung dengan infrastruktur yang sudah dibenahi. 

Selain itu, program normalisasi sungai juga terus gencar dilakukan pemerintah saat ini hingga air genangan banjir rob cepat surut.

Meskipun begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap melakukan berbagai antisipasi. Terutama terhadap potensi banjir rob agar genangan cepat surut. 

Pasalnya, penyebab genangan lamban surut karena kondisi drainase maupun saluran air yang tersumbat hingga perlu diperhatikan dan dibersihkan di lingkungan masing-masing 

"Terkadang tersumbat itu bukan karena sampah saja, mungkin saja tanaman liar hingga perlu pembersihan," ujarnya.

Sementara potensi angin puting beliung, masyarakat diingatkan untuk tidak keluar rumah jika terjadi hujan disertai angin kencang. Mengingat potensi bencana ini bisa memicu pohon tumbang dan lainnya.

"Rumah-rumah juga atapnya perlu perkuatan agar tidak terbawa saat angin puting beliung ini karena potensinya bisa terjadi dimana saja. Terutama daerah yang tidak terlalu padat," jelasnya. 

Di samping itu, BPBD Kota Banjarmasin juga telah memulai rangkaian persiapan apel siaga sejak beberapa waktu lalu.

Dimana Rapat Koordinasi (Rakor) kali ini merupakan pertemuan kedua yang melibatkan lintas sektor, meliputi TNI, Polri, BPBD Provinsi, Basarnas, BMKG, SKPD terkait, hingga unsur pendukung penanggulangan bencana lainnya.

“Masyarakat juga diimbau agar tetap waspada dan mendukung apel siaga sebagai bentuk antisipasi bersama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025 di Ruang Rapat BPBD Kota Banjarmasin, Selasa (2/12) siang lalu 

Rakor ini digelar menyusul rilis resmi BMKG Kalsel yang memprediksi peningkatan curah hujan disertai potensi bencana hidrometeorologi untuk periode 2025/2026.

Dalam arahannya, Ananda mengingatkan bahwa Banjarmasin adalah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, hingga gelombang pasang. Ananda menekankan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama untuk mencegah terulangnya bencana besar.

Ia menginginkan seluruh instansi bekerja lebih solid, mulai dari strategi, kesiapan personel, hingga kelengkapan peralatan. “Rakor ini sangat penting untuk memastikan seluruh unsur sudah siap menghadapi musim hujan. Koordinasi dan respons cepat harus terus diperkuat agar dampak bencana bisa kita minimalkan,” tegasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama