Kepala Disdik Kota Banjarmasin,
Ryan Utama
Banjarmasin - Menyusul adanya aksi pencurian di SMPN 26 Banjarmasin beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang peningkatan pengamanan selama liburan sekolah.
Peningkatan pengamanan yang dimaksud ialah dengan pemenuhan fasilitas pengawasan di lingkungan sekolah. Misalnya pemasangan CCTV, memperkerjakan penjaga sekolah dan lainnya.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan selagi dalam pengawasan ini bisa ditangani sekolah. Maka sepenuhnya sekolah yang melakukan dengan menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang didapat.
Namun apabila di luar kemampuan sekolah, bisa koordinasikan langsung dengan Disdik Kota Banjarmasin.
"Kalau masih bisa ditangani sekolah silahkan ditangani sekolah. Tapi kalau di luar kemampuan sekolah bisa koordinasikan dengan Dinas Pendidikan," kata Ryan, Kamis (4/12/2025).
Adapun rencana pemasangan CCTV ditiap sekolah lanjutnya, masih dikoordinasikan lagi. Mengingat jumlah sekolah di Kota Seribu Sungai cukup banyak.
Tentunya untuk pengadaan CCTV di sekolah ini kembali menambah anggaran yang akan dikeluarkan Disdik Kota Banjarmasin.
"Belum lagi ruang sekolah yang akan dipasangi tidak hanya satu. Makanya kita koordinasikan lagi," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, SMPN 26 Kota Banjarmasin menjadi sasaran aksi pencurian dengan sejumlah barang berharga yang berhasil dibawa kabur maling.
Aksi pencurian ini terjadi pada Rabu (26/11/2025) malam dan baru disadari para guru besoknya, Kamis (27/11/2025) setelah mendapati Ruang Kantor Guru yang sudah berantakan.
Pada saat itu, kondisi laci-laci meja guru sudah terbuka dan isinya acak-acakan. Setelah dilakukan pengecekan ulang, sejumlah barang berharga dinyatakan hilang.
"Barang yang Hilang dari Kantor Guru diantaranya, 1 unit handphone milik pribadi guru, 2 unit laptop yang merupakan 1 milik pribadi guru dan 1 aset sekolah, uang kas kelas sebesar Rp 200.000", ungkap Kepala SMPN 26 Banjarmasin, Muhdar pada Jumat (28/11/2025).
Tidak hanya menargetkan kantor guru, nasib serupa juga terjadi pada kantin sekolah. Terlihat dari gembok kantin yang ditemukan sudah rusak.
Dalam aksi pencurian itu, sedikitnya ada 4 kantin sekolah yang uang tunai dari hasil penjualan harian raib diambil maling dengan perkiraan kehilangan mencapai Rp. 1 juta.
"Total kerugian sementara sarana sekolah hingga uang tunai milik ibu-ibu kantin yang raib dicuri mencapai puluhan juta rupiah" tutur Muhdar.
(Hamdiah)