Kondisi halte bus di Jalan Kayu Tangi yang penuh coretan kata-kata negatif.
Banjarmasin - Sejumlah halte di Kota Banjarmasin alami perusakan fasilitas umum dengan coretan-coretan yang bertuliskan kata-kata negatif terhadap DPRD dan polisi menggunakan cat merah.
Aksi vandalismen ini tentunya membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin geram. Sebab ada 6 halte yang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang jadi sasaran perusakan oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Halte itu kan milik kita bersama. Sangat disayangkan kalau dirusak dengan coretan-coretan yang tidak bermutu," ucap Kepala Dishub Kota Banjarmasin, Slamet Begjo saat ditemui di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Rabu (10/9/2025).
Slamet menuturkan bahwa pihaknya sudah perintahkan petugas untuk segera membersihkan coretan di halte-halte yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Masing-masing dua halte berada di Jalan Gatot Subroto, Jalan Sultan Adam, dan Jalan Kayu Tangi.
"Kami sudah minta tim kami untuk segera bersihkan,” imbuh Slamet.
Tak dipungkiri Slamet, hingga kini pelaku vandalisme belum teridentifikasi karena memang keterbatasan sistem pengawasan. Mengingat belum semua titik halte terjangkau kamera pengawasan atau CCTV.
“CCTV kita saat ini lebih difokuskan di titik simpang jalan, jadi beberapa ruas belum bisa meng-capture kejadian di halte. Ini jadi catatan kami ke depan,” ujarnya.
Maka dari itu, ia pun mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan melaporkan segera apabila ada yang sengaja merusak fasilitas umum.
Sebab fasilitas umum dibangun tentunya untuk kepentingan bersama sehingga sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan memeliharanya.
“Vandalisme bukan hanya merugikan pemerintah, tapi juga masyarakat luas. Ini menyangkut kenyamanan dan citra kota kita,” tegasnya.
Di samping itu, Dishub Kota Banjarmasin juga berencana memperkuat pengawasan ke depan, serta menjalin kerja sama dengan pihak kelurahan dan RT setempat dalam edukasi serta pengawasan lingkungan.
(Hamdiah)