Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana masukan materi pembelajaran memilah sampah di tingkat sekolah.
Hal ini menyusul kondisi darurat sampah Kota Banjarmasin hingga harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen termasuk siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan perlunya menanamkan sejak dini pengelolaan sampah terhadap siswa.
Tujuannya tak lain untuk membiasakan sekaligus mengubah perilaku masyarakat yang membuang sampah tanpa dipilah hingga banyak residu yang terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Jadi seperti ekstrakurikuler. Nanti materinya dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) yang akan disampaikan kepada guru-guru di sekolah," ucap Ryan, Minggu (26/4/2026).
Adapun saat ini lanjut Ryan, dari DLH Kota Banjarmasin informasinya masih mematangkan materi dan fasilitatornya.
Sementara, Disdik Kota Banjarmasin saat ini tengah melakukan pendataan sekolah mana saja memiliki bank sampahnya yang masih aktif.
"Kemarin sudah kita data sekolah mana yang sudah ada bank sampah dan statusnya seperti apa. Sedangkan yang belum ada, nanti kita data dan proses pembentukannya nanti kerja sama dengan DLH," tutur Ryan.
Menurutnya, jika melihat jumlah sekolah dan siswa di Kota Seribu Sungai cukup banyak. Maka upaya ini dinilai cukup efektif.
"Jika kita bicara pengelolaan sampah dengan jumlah nasabah sampah yang ada ya mudah-mudahan bisa membantu dalam pengelolaan sampah," ujarnya.
Selain dapat mengurangi sampah, tentunya langkah ini juga memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan sekolah.
"Mudah-mudahan nanti ada aplikasi yang terintegrasi dengan nasabah hingga kelihatan tabungan dari murid-murid ini," katanya.
Ia optimis jika program ini dijalankan, upaya pengurangan residu sampah yang dibuang akan berhasil dilakukan.
"Langkah ini diharapkan bisa mengatasi persoalan sampah yang terjadi selama ini. Terpenting membiasakan sejak dini cara memilah sampah," pungkasnya.
(Hamdiah)