Trending

Pemko Banjarmasin Lirik Teknologi Pirolisis Atasi Sampah Plastik di Bali


Bali – Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam mengurai persoalan sampah plastik terus bergerak ke arah yang lebih progresif. Kali ini, Pemko melirik teknologi pirolisis sebagai solusi pengelolaan sampah modern yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi yang ada di Bali.

Teknologi pirolisis ini sendiri memungkinkan sampah plastik diolah melalui proses pemanasan tanpa oksigen sehingga menghasilkan energi dan produk turunan. 

Inovasi ini dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni menekan volume sampah plastik dan menghadirkan sumber energi alternatif.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah. 

Menurut Yamin, sampah tidak lagi boleh diposisikan sebagai masalah akhir, melainkan sebagai potensi yang bisa diolah dan dimanfaatkan.

“Kita ingin menghadirkan solusi nyata. Sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna, bahkan bernilai jual. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat,” kata Yamin usai mengunjungi Get Plastic Foundation untuk melihat langsung teknologi pirolisis di Bali, Kamis (5/2/2026).

Dalam kunjungan bersama pengelola yayasan Get Plastic, Pemko Banjarmasin melihat langsung uji coba mesin pirolisis yang mampu mengolah plastik mulai dari skala kecil hingga ratusan kilogram. 

Dimana proses pengolahan berlangsung selama 3 hingga 5 jam dengan hasil berupa bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah.

Tak hanya itu, sisa hasil pembakaran berupa black carbon juga dapat dimanfaatkan kembali. Material ini diolah menjadi beragam produk kreatif, seperti briket, paving block, hingga produk kerajinan bernilai guna.

Menariknya, bensin hasil pengolahan sampah plastik telah diuji pada sepeda motor dan terbukti dapat digunakan secara normal. Hal ini semakin memperkuat keyakinan pemerintah daerah terhadap potensi penerapan teknologi tersebut di Banjarmasin.

Dari sisi efisiensi, mesin pirolisis dinilai cukup ekonomis. Untuk kapasitas 10 kilogram sampah plastik, alat ini hanya membutuhkan satu tabung LPG serta konsumsi listrik berkisar 200 hingga 600 watt.

Melihat potensi tersebut, ke depan Pemko Banjarmasin merencanakan penerapan teknologi pirolisis secara bertahap di tingkat kelurahan melalui kolaborasi dengan TPS 3R. 

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan meningkatkan peran aktif masyarakat.

“Pengelolaan sampah yang berhasil adalah ketika manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga dan lingkungan. Dengan ikhtiar bersama, kita optimistis Banjarmasin bisa menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutupnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama