Banjarmasin - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin berencana regrouping siswa SDN Pengamanan 5 Banjarmasin.
Rencana ini berdasarkan pertimbangan sempitnya lahan sekolah dan bukan aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
"Lahannya itu bukan milik Pemko Banjarmasin, jadi sifatnya pinjam pakai," ungkap Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, Sabtu (7/2/2026).
Ryan menuturkan bahwa saat ini salah satu prioritas Disdik Kota Banjarmasin ialah melakukan regrouping sekolah-sekolah, terutama yang berdiri bukan di lahan milik pemerintah.
Mengingat di Kota Banjarmasin sendiri, banyak ditemui sekolah-sekolah yang berdiri di lahan pribadi orang lain hingga tak jarang berujung bermasalah.
"Seperti SDN Murung Raya 1 Banjarmasin itu juga akan dipikirkan untuk regrouping," ujarnya.
Adapun jika langkah regrouping benar diambil nantinya terhadap beberapa sekolah tersebut. Maka keputusan itu tentunya memperhatikan aspek yang lain.
Contohnya, memperhatikan radius atau jarak tempuh sekolah yang dipilih menjadi lokasi menampung dari regrouping itu sendiri. Agar siswa tidak jauh pergi ke sekolah.
"Kita lihat radius dan siswanya dari mana saja. Terus memilih sekolah terdekat dari regrouping ini," tuturnya.
Kendati demikian, rencana regrouping sekolah ini masih dipikirkan pihaknya secara matang sebelum benar-benar diputuskan.
"Kita lihat dulu yang mana lebih efesien dan efektif. Apakah regrouping atau tetap menggunakan lahan dengan tukar guling dengan pemilik lahan," jelasnya.
Namun menurutnya solusi regrouping ini dirasa lebih efektif untuk perbaikan sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit.
"Saya rasa mending di regrouping dari pada mempertahankan sekolah kondisi seperti itu dengan biaya operasionalnya yang lumayan," tutupnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin, Wahyu Ekma Pranatalia mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih belum mnerima informasi secara resmi mengenai rencana regrouping tersebut.
"Belum ada info jelasnya mengenai rencana regrouping ini," kata Wahyu.
Namun tak dipungkiri Wahyu, memang SDN Pengambangan 5 Banjarmasin ini sendiri berada di lahan pribadi milik instansi TNI.
"Tanah ini bukan milik Pemko tapi milik instansi TNI. Tapi selama ini kami punya surat pinjam pakai yang selalu diperpanjang," ucap Wahyu.
Wahyu menyebutkan bahwa selama ini dari pihaknya instansi TNI tidak mempermasalahkan lahan yang dipakai tesebut. Selagi memang untuk kepentingan pendidikan
"Alhamdulillah tidak dipermasalahkan," ujarnya.
Menurutnya, dengan jumlah siswa yang hampir 400 orang. Maka solusi regrouping dirasa kurang tepat dilakukan di SDN Pengambangan 5 Banjarmasin.
Beda halnya dengan sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan siswa, hingga hal ini bisa menjadi jalan keluarnya.
"Siswa di sini hampir 400 orang, jadi mungkin agak susah juga kalau di regrouping," ujarnya.
Ia berharap Pemko Banjarmasin bisa menggunakan opsi lain. Misalnya lahannya ditembus atau tukar guling.
Bukan tanpa alasan, selama ini SDN Pengambangan 5 Banjarmasin mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri pada tahun 2023 lalu. Belum lagi penghargaan pendidikan lainnya yang berhasil diraih sekolah ini.
"Makanya sangat disayangkan kalau sekolah ini di regrouping karena selama ini banyak penghargaan yang sudah diraih," pungkasnya.
(Hamdiah)