Trending

Vaksin DBD Anak Sekolah Mulai Tahun 2026, Banjarmasin Sasar 7.500 Siswa

Seorang anak disuntik vaksin oleh petugas kesehatan.

Banjarmasin - Sebanyak 7.500 siswa dari kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar (SD) di Kota Banjarmasin akan menerima vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai Januari 2026.

Program vaksinasi ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang juga dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.

Dalam program ini, ada sekitar 30 ribu dosis vaksin DBD akan disalurkan yang merupakan hibah dari perusahaan farmasi Takeda. 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan menjalankan program ini. 

Tujuan utamanya tak lain untuk memberikan perlindungan kepada tubuh terhadap infeksi virus dengue dengan meningkatkan sistem imun, sehingga dapat mengurangi risiko terkena demam berdarah.

"Terutama mencegah gejala yang parah, komplikasi serius (seperti syok), dan rawat inap,” ungkap Ramadan, Selasa (30/12/2025).

Ramadhan menambahkan bahwa tahapan pelaksanaan program ini meliputi sosialisasi, rekrutmen peserta, penandatanganan persetujuan orang tua, serta pengambilan sampel darah untuk mengetahui riwayat infeksi DBD sebelumnya.

Vaksinasi ini akan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak tiga bulan, disertai pemantauan kondisi kesehatan anak selama tiga tahun ke depan.

"Sosialisasi sudah dilakukan. Tinggal pelaksanaan vaksinasi di awal Januari tahun depan. SD terpilih di Kota Banjarmasin berjumlah 80 sekolah, dengan total 7.500 anak,” terangnya.

Adapun alasan Kota Seribu Sungai dipilih sebagai salah satu lokasi uji percontohan tingkat nasional ini karena tingginya kasus DBD yang tercatat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini saja, Kota Banjarmasin bersama Kabupaten Banjar menjadi area dengan angka DBD tertinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Meski kasus DBD di Kalsel menunjukkan penurunan signifikan pada tahun 2025, pola penyebaran kasusnya masih tetap sama.

Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 3.236 kasus DBD dengan 16 kematian di Kalsel. Sementara hingga 10 November 2025, jumlah kasus menurun drastis menjadi 460 kasus dengan satu kematian. Kondisi ini menjadi latar belakang dipilihnya Kota Banjarmasin sebagai lokasi penting dalam implementasi uji coba vaksin DBD di tingkat nasional tersebut.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama